Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala berdiri pada tahun 1963 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) bertanggal 1september 1963, Nomor: 103 tahun 1963. Pada saat didirikan tersebut, hanya memiliki satu program studi, yaitu Program Studi Teknik Sipil (dulu bernama Jurusan Teknik Sipil). Sejak berdiri hingga tahun 1966, Program Studi Teknik Sipil (PSTS) hanya dapat menyelesaikan studi mahasiswanya sampai jenjang Sarjana Muda. Penyelesaian jenjang Sarjana Strata Satu (S1) atau Insinyur Teknik ketika itu dilakukan di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, yaitu berdasarkan kerja sama antara Dekan Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala dengan Dekan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, tentang Kerjasama Penyelesaian Tugas Akhir Mahasiswa dari Program Sarjana Muda menjadi Sarjana S1 atau Insinyur Teknik. Pengiriman pertama mahasiswa ke Universitas Gadjah Mada ini dimulai pada tahun 1969 dan mahasiswa yang terakhir diwisuda di Universitas Gadjah Mada pada tahun 1971. Setelah itu semua mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala telah dapat menyelesaikan Sarjana S1 di Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala.

Teknik Sipil (Civil Engineering) adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana merancang, membangun, renovasi tidak hanya gedung dan infrastruktur, tetapi juga mencakup lingkungan untuk kemaslahatan hidup manusia. Dengan semakin jelasnya tantangan industri konstruksi seiring dengan bertambah kompleksnya proyek konstruksi baik di bidang teknik maupun manajemen, perkembangan teknik sipil menjadi sebuah keharusan terutama dalam menghadapi tantangan era globalisasi. Menjawab tuntutan masyarakat terkait dengan proses pembangunan, saat ini PSTS Universitas Syiah Kuala memiliki 5 (lima) bidang spesialisasi yaitu Struktur, Hidroteknik, Transportasi, Geoteknik dan Manajemen Rekayasa Konstruksi.

Berdasarkan data yang diperoleh dari para alumni, umumnya para lulusan PSTS Universitas Syiah Kuala bekerja pada bidang jasa konstruksi, baik sebagai perencana maupun pelaksana (consultancy and construction service), teknokrat (tecnocration), dan peneliti (research and development). Selain ketiga kelompok besar yang menjadi bidang pekerjaan inti lulusan teknik sipil tersebut, banyak juga lulusan PSTS Universitas Syiah Kuala yang bekerja di bidang perbankan, birokrat dan yang bekerja secara mandiri sebagai seorang wiraswasta dengan manajemen yang baik. Yang jelas, lulusan PSTS Universitas Syiah Kuala akan cepat beradaptasi dengan lingkungan pekerjaannya sesuai dengan keahlian yang dimiliki dan terlibat aktif dalam proses pembangunan.

Tahun 2004 PSTS Universitas Syiah Kuala telah mendapatkan akreditasi A berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional RI No. 06368/Ak-VIIS1-016/USNLDS/V/2004. Tahun 2011 sampai dengan tahun 2016 PSTS masih menyandang akreditas A Berdasarkan Keputusan BAN-PT No. 024/BAN-PT/Ak-XIV/S1/IX/2011. Berbagai upaya pengembangan telah dilakukan yang ditunjang oleh dana berbagai dana hibah kompetisi seperti: TPSDP dan Hibah Pemerintah Aceh. PSTS Universitas Syiah Kuala saat ini selain telah memiliki 7 (tujuh) laboratorium, juga dilengkapi dengan satu unit laboratorium komputer dan satu unit laboratorium bahasa. Dalam menghadapi tantangan terutama di bidang ilmu dan teknologi serta untuk perencanaan strategis di masa depan, PSTS Universitas Syiah Kuala membentuk Tim Perencanaan, Pengembangan dan Database. Perubahan paradigma pendidikan tinggi menyebabkan PSTS Universitas Syiah Kuala melakukan revitalisasi visi, misi, tujuan dan sasarannya. Sinergi dari semua komponen yang ada di PSTS Universitas Syiah Kuala, dengan melibatkan seluruh sivitas akademika, diharapkan dapat mewujudkan visi dan misi yang telah dicanangkan dan mampu menjawab dinamisasi pendidikan tinggi.